![]() |
| Warga Serbu Kantor Gubernur Aceh |
Banda Aceh - Ratusan warga dari berbagai kabupaten/kota di aceh kembali ‘menyerbu’ Kantor Gubernur Aceh, dalam sepekan terakhir ini hingga kemarin, Senin kemarin (19/5). Kedatangan mereka untuk menyerahkan proposal bantuan usaha pribadi kepada Wakil Gubernur (Wagub), Muzakir Manaf, karena sebelumnya beredar informasi Wagub pernah mencairkan bantuan usaha pribadi ini sebesar Rp 2-4 juta per orang.
Amatan Serambi kemarin siang, ratusan warga lelaki dan perempuan, bahkan sebagian membawa anak-anak, memadati teras depan dan tengah, lobbi, dan lantai dua di luar ruangan Wagub Aceh. Mereka juga berdesak-desakan ke ruang Wagub Aceh untuk menyerahkan proposal.
Sebagian ada yang sudah memegang proposal yang sudah dicap nomor agenda, sebagian lagi masih ada yang memegang proposal kosong dan menunggu kedatangan Wagub. Mereka seakan tak peduli pengumuman di kaca Kantor Gubernur yang bertuliskan: “Bapak Wagub tidak di tempat, lagi ke luar daerah.”
Seorang wanita bernama Ansiah (50 thn), tampak bingung di lobbi Kantor Gubernur. Kepada wartawan, wanita ini mengatakan dirinya berasal dari Gampong Langkuta, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Ia mengaku sudah tiga hari di Banda Aceh dan menginap di stan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) di Taman Ratu Safiatuddin.
“Bagaimana yang betul ini, saya sudah menyerahkan proposal meminta uang untuk jualan kelontong cucu saya. Katanya, nanti kalau cair dihubungi ke nomor hp yang sudah saya catat di sana. Tapi ada juga orang lain, memegang sendiri proposal yang sudah ditandai nomor agenda,” kata wanita ini.
Seorang pria yang mengaku bertugas di Kantor Gubernur, mempersilakan wanita ini untuk kembali di kampung halamannya. Ia menyatakan Wagub Muzakir Manaf sedang melaksanakan umrah. “Nanti bulan enam ibu boleh balik lagi ketika Pak Wagub sudah kembali,” kata pria itu.
Nasib lebih memprihatinkan dialami Fatimah (55 thn). Wanita asal Tualang Cut, Aceh Timur ini mengaku sudah seminggu di Banda Aceh dan menginap di rumah familinya di Blangbintang, Aceh Besar. “Saya datang ke sini karena kata orang-orang yang datang lebih duluan sudah ada yang cair bantuan 2 sampai 4 juta rupiah,” ujar wanita ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, massa yang meminta bantuan serupa pernah ricuh dengan polisi pada Jumat, 27 Desember 2013. Penyebabnya Pemerintah Aceh tiba-tiba menyetop penyaluran bantuan modal usaha Rp 500 ribu/orang/proposal sebagaimana telah disetujui pada 10 Desember 2013.
Selain mengamankan delapan orang, polisi juga menembakkan peluru ke atas untuk membubarkan massa. Kepala Biro Humas Setda Aceh ketika itu, Nurdin F Joes kepada Serambi mengatakan hingga 26 Desember 2013, jumlah proposal yang bisa dibantu hanya 1.044 orang. Sisanya sebanyak 11.956 proposal lagi tidak bisa dibantu karena anggaran dan waktunya telah habis.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Aceh, Murthalamuddin MSP mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu yang beredar terkait bantuan dari Pemerintah Aceh.
Hal ini disampaikannya kepada Serambi kemarin sore menanggapi aksi ratusan masyarakat yang berduyun-duyun mendatangi Kantor Gubernur Aceh sejak Senin (12/5) pagi hingga Senin (19/5) siang kemarin, untuk meminta bantuan modal usaha melalui proposal.
“Informasi bahwa Pemerintah Aceh menyalurkan modal usaha pribadi, itu tidak benar. Jadi, kami imbau masyarakat untuk tidak percaya dengan isi pesan singkat (SMS) yang beredar itu,” ujar Murthalamuddin.
Jikapun ada bantuan Pemerintah Aceh, jelasnya, tentulah melalui mekanisme dan pedoman yang telah ditetapkan, bukan dibagi-bagikan di Kantor Gubernur Aceh. Pemerintah Aceh, lanjut Murthala, tetap komit untuk membangun masyarakat Aceh melalui program-program prioritas sesuai visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2012-2017. Tapi tidak dengan bagi-bagi duit langsung di Kantor Gubernur Aceh.
Sumber:serambinews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Atas Komentar Anda