![]() |
| Tragedi Akli |
Jakarta - Suasana duka masih menyelimuti sepakbola Indonesia. Menyusul, meninggalnya striker Persiraja Banda Aceh, Akli Fairuz, Jumat (16/5) lalu. Yang menjadi sorotan adalah, meninggalnya Akli didahului dengan insiden yang terjadi pada laga Persiraja kontra PSAP Sigli dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2014 di Stadion H. Dimurthala, 10 Mei lalu.
Pada laga itu, Akli berbenturan keras dengan kiper PSAP, Agus Rohman, yang mengenai perutnya. Sontak, Akli langsung diboyong ke luar lapangan sambil meringis kesakitan.
Sayang, Akli tidak langsung dibawa ke rumah sakit ketika itu. Dia dibiarkan meringis kesakitan di bangku cadangan hingga pertandingan usai. Baru pada malam harinya Akli diboyong ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Diduga, Akli mengalami luka dalam dan usus bocor. Perawatan intensif selama enam hari di RSUZA, tak mampu menyelamatkan nyawa Akli yang mengembuskan nafas terakhir pada Jumat (16/5) sekitar pukul 09.30 WIB.
Ternyata, kabar ini mengundang perhatian media luar negeri untuk menyorotinya. Salah satunya, media olahraga ternama di Spanyol, Marca. Bahkan, Marca memberikan judul "Una brutal patada acab con la vida de un jugador en Indonesia", soal berita tersebut. Judul itu berarti kurang lebih berbuni seperti ini "Sebuah tendangan brutal membunuh pemain di Indonesia".
Pada artikelnya, Marca pun menceritakan kejadian yang dialami Akli di pertandingan melawan PSAP hingga membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, harian olahraga ternama dari Italia, La Gazzetta Dello Sport juga mengunggah video insiden ketika Akli bertabrakan dengan Agus Rohman yang diberi judul "Indonesia, morto dopo un tackle del portiere" yang berarti "Pemain Indonesia, meninggal setelah digasak kiper".
sumber:goal.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Atas Komentar Anda