Dibalik Kisah Amat Ramayang

Dibalik Kisah Amat Ramayang
Batu Karang Amat Ramayang

Dibalik Kisah Amat Ramayang - Kisah Amat Ramanyang seorang anak durhaka yang dikutuk ibunya yang membuat perahunya karam dan menjadi batu karang besar. Batu tangkuban perahu Amat Ramanyang itu sebenarnya lebih layak disebut pulau kecil. Dari atas permukaan laut, ketinggiannya lebih kurang setingi pokok kelapa. disana kita bisa melihat ada beberapa pohon yang tumbuh di puncaknya. Di sisi selatannya, tampak lobang tembus di bagian bawah batu. Di puncaknya, undakan batu yang menyerupai kepala manusia yang tengah menatap ke arah Selat Malaka.

Menurut cerita tetua-tetua Aceh, Amat Ramanyang merupakan seorang pemuda desa di Aceh Besar. Suatu masa, ia merantau meninggalkan ibunya di kampung. Dia tak betah hidup miskin. Ibunya mengizinkan asal tidak lupa kepada orang tuanya jika berhasil kelak. Amat Ramanyang berangkat dengan perahu dari kampungnya mengarungi Selat Malaka. Setelah bertahun-tahun merantau, amat ramayang kembali ke Aceh. berita kepulangannya diketahui ibunya yang sudah tak sabar ingin melihat seorang anak nya yang sudah sukses merantau di negeri orang.

Amat Ramanyang pun melihat seorang perempuan tua di daratan begitu tiba di Teluk Krueng Raya. Perempuan tua memanggilnya “Nak, ini ibumu,” seraya menyodorkan sebungkus nasi alias bu kulah selayaknya adat orang aceh untuk menyambut tamu yang datang dari jauh. Pada saat itu Amat Ramanyang tidak mengaku nenek yang tua renta itu adalah ibu kandungnya dan mengabaikannya hingga berkali-kali dipanggil oleh Sang Ibu. dan akhirnya, sang ibu marah besar dan mengeluarkan kalimat kutukan tanpa sengaja: “Terkutok kah neuk.” kata yang di ucapkan sang ibu dalam bahasa aceh yang artinya "terkutuk lah engkau anak" dan badai pun datang dengan segera yang menenggelamkan lelaki itu bersama perahunya.

Selain simbol dari cerita tersebut, Pulau Amat Ramanyang juga terbentuk akibat perang pada masa Kerajaan Sultan Iskandar Muda. Meriam yang diluncurkan kolonial dari perairan ke pertahanan pasukan Aceh di pantai, menghantam batu karang yang menonjol ke laut itu sehingga mengalami perubahan bentuk. Memang, ada beberapa benteng peninggalan perang jaman dulu di sepanjang pantai Kawasan Aceh Besar bagian timur.

Puncak Batu Karang Amat Ramayang
Puncak Batu Karang Amat Ramayang

Cerita Amat Ramanyang entah benar ada sejarahnya atau tidak, sejatinya menjadi petuah untuk kita bahwa sedikit saja melukai hati orang tua pasti ada akibat buruknya. maka, buatlah mereka bahagia.

Baca juga Informasi lainnya

Dibalik Kisah Amat Ramayang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Zone Aceh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Atas Komentar Anda