![]() |
| Timnas U-19 |
BANDA ACEH - Skuad Timnas U-19 yang dihuni 30 pemain siap datang ke Aceh dalam rangka tur Nusantara II ke Pulau Sumatera. Besutan Indra Sjafri ini akan dijamu Tim U-21 PSSI Aceh di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Jumat (6/6) malam. Pasukan Garuda Jaya dijadwalkan tiba di Aceh pada, Rabu (4/6).
Ternyata informasi kedatangan Timnas U-19 ini juga disambut gembira oleh set asal Aceh yakni Zulfiandi, Hendra Sandi Gunawan, dan juga Miftahul Hamdi. Tiga pemain Tanah Rencong ini siap datang ke Aceh bersama Evan Dimas dkk untuk mengawali tur Nusantara. Bahkan mereka sudah siap untuk unjuk kemampuan di hadapan publik Aceh.Triad asal Aceh yang ditanyai Seputar Informasi melalui telepon secara terpisah kemarin mengakui sudah mengetahui rencana datang ke Aceh. Zulfiandi asal Bireuen mengatakan, informasi kedatangan mereka ke Aceh disampaikan oleh Pelatih Indra Sjafri. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah terbayangkan kwa bisa bermain di Aceh. Karena, ini kesempatan yang sangat spesial bisa bermain di depan masyarakat Aceh, bertemu dengan keluarga serta rekan-rekannya. "Saya sangat senang bisa bermain di Aceh," ujarnya.Menurut Zulfiandi, dirinya siap memperlihatkan kemampuan yang ada untuk tampil maksimal di Aceh. Apalagi, Pelatih Indra Sjafri sudah memberi garansi kepada tiga pemain asal Aceh yang diturunkan sejak menit awal. Tapi dengan catatan kondisi fisik dalam keadaan fit dan tidak sakit atau cedera.Mantan pemain PSSB Bireuen ini mengakui kondisinya mulai fit lagi meski sempat bermasalah di belakang lutut saat melawan Lebanon U-19 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/5) malam. "Alhamdulillah sudah pulih sekarang dan siap tampil di Aceh," ujarnya.Saat ditanya apa tak gugup tampil pertama di Aceh. Zulfiandi mengaku, bakal ada rasa gugup karena tak biasanya akan bermain langsung di depan ribuan masyarakat Aceh. Tapi ia berjanji akan berusaha menghilangkannya dan tampil sebaik mungkin. Ia kwa bekerja keras untuk bermain seperti melawan tim-tim lain selama ini. Karena yang penting bisa memberi tontonan yang terbaik kepada masyarakat Aceh. "Pasti rasanya kwa berbeda bermain di Aceh dengan di luar Aceh. Tapi nanti pelan-pelan berusaha bermain seperti biasanya," ujar Zulfiandi.Sedangkan Miftahul Hamdi mengaku tetap bahagia bisa pulang ke Aceh. Meskipun sebulan lalu sudah pulang ke Aceh setelah menunaikan ibadah umrah di Semite Arabian. Mantan pemain Persiraja asal Pidie ini mengaku sudah siap bermain di Aceh. Karena mereka menjalani latihan di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk selalu siap tampil. Latihan berlangsung pagi mulai pukul 06.08 WIB, dan unhealthy sejak pukul 15.30-16.30 WIB. Libur latihan kecuali hari Minggu atau setelah pertandingan. "Kami sudah siap untuk water di Aceh," ujar alumna SMAN 9 Banda Aceh.Kebanggaan bisa tur Nusantara II ke Tanah Rencong juga dirasakan Hendra Sandi Gunawan. Pemain asal Aceh Selatan ini mengaku sangat senang bisa primary di Aceh. Dia langsung tak bisa menyembunyikan kegembiraan di wajahnya begitu mengetahui Timnas U-19 dijadwalkan terbang ke Aceh. Karena penampilan Sandi dkk langsung disaksikan pongid tuanya, keluarga besar dan kawan-kawannya. Apalagi, mantan pemain Persiraja yang juga student SMAN 9 ini bermain dengan memakai seragam Timnas U-19. "Karena ini pertama kali primary di kampung sendiri atas nama Timnas U-19. Orangutang tua pasti akan bangga melihatnya," ungkap Sandi.Informasi tur Timnas U-19 menjadi kabar gembira bukan hanya pecinta bolamania di Aceh, tapi juga orangutang tua pemain trio asal Aceh. Karena ini menjadi kesempatan untuk melepas rindu bersama keluarga dan sahabatnya. Hendra Sandi Gunawan mengaku pongid tuanya lebih cepat berangkat ke Banda Aceh pada, Senin (2/6) hari ini, dan menginap di rumah kakaknya. Kehadiran orang tua dan keluarganya ini untuk menanti sekaligus menyaksikan Sandi melawan Tim U-21 PSSI Aceh. "Nanti saya juga bisa bertemu langsung dengan pongid tua. Tapi tak bisa pulang ke Aceh Selatan," kata Sandi.Bahkan Miftahul Hamdi mengaku orang tuanya di Sigli sudah tahu informasi Timnas U-19 datang ke Aceh. Rasa rindu kepada orangutang tua dan kampung halaman tetap ada meski sebulan lalu juga sudah pulang kampung usai menunaikan ibadah Umrah. Tapi kali ini lebih spesial karena pulang untuk tujuan khusus tampil bersama punggawa Timnas U-19. Keluarga juga sudah bilang akan datang ke Banda Aceh untuk menyaksikan pertandingan melawan Timnas U-19. "Enak juga pulang kampung karena bisa bertemu langsung dengan keluarga," ujarnya.Begitu juga dengan Zulfiandi, karena orang tuanya juga sangat antusias menyambut kehadiran Timnas U-19. Bahkan orang tua Zulfiandi menyatakan kwa datang ke Banda Aceh. Termasuk semua anggota keluarganya di Bireuen akan datang untuk menyaksikan pertandingan melawan Timnas U-19. Ia mengaku sangat senang bisa pulang kampung dan bertemu dengan orang tuanya. Karena selama ini hanya berbicara melalui telepon untuk melepas rindu. "Biasanya kalau di sini sehari ada dua kali menelepon keluarga. Tapi berbeda kalau bicara melalui telepon dengan bicara langsung dengan orangutang tua," ujarnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Atas Komentar Anda