![]() |
| Salah 1 Guci Tertua Didunia |
SIGLI - Pada abat ke 16 Mesjid itu didirikan oleh Tgk Chik Di Pasi atau yang lebih dikenal Tgk Abdusalam, pada abat itu beliau merantau dari Arab ke Aceh dan setibanya di Gampong Guci Rumpong Kecamatan Peukan Baro mendirikan Mesjid tersebut, awalnya mesjid itu berlantai tanah beratap rumbia dan berdinding ayaman daun kelapa atau bahasa Aceh lebih dikenal dengan sebutan (Bleut-Red).
Tgk Chik Di Pasi yang memiliki keturunan dari arab itu dengan semangat membangun mesjid tersebut, padahal diatas tanah tempat dibangunnya mesjid itu dulunya sungai, namun berkat keyakinannya dia berhasil mendirikan mesjid di sana. Kemudian 70 tahun yang lalu mesjid itu direnofasi oleh warga di setempat, dengan menggantikan dinding dari kayu ukiran bah jepara, kemudian lantainya dibeton, namun tidak merubah arsitek terdahulu itu.
Menurut H.M.Yusuf H.Ishak mukim Guci Rumpong yang juga keturunan ke Sembilan dari Tgk Chik Di Pasi, sejak kecil dirinya, mesjid itu sudah berdiri kokoh, namun soal renovasi pihaknya yang memimikirkan.Apa lagi saat ini mesjid tersebut masih dimamfaatkan warga untuk shalat berjamaah.
Sementara peninggalan sejarah di mesjid itu ada tangga bambu dan dua guci, konon katanya guci tersebut dulunya sempat berkelahi dan mulutnya pecah, bahkan usia guci tersebut hampir lima ratus tahun lamanya. “Mesjid ini penuh sejarah dan punya kaitan dengan Mesjid Beuracan Pidie Jaya, sebab gucinya ada tiga dan satunya lagi nyangkut di Mesjid Beuracan”.jelasnya.
Hampir seluruh masyarakat dari berbagai kabupaten/kota mengunjungi mesjid itu, sebab maksud kedatangan masyarakat ke mesjid yang penuh sejarah itu untuk bernazar dengan membasuh kepalanya dengan air dalam guci itu. Siapa saja yang sempat menggunakan air di guci itu untuk membasuh atau minum tentu saja akan menyembuhkan penyakit meski sudah kronis.
Guci tersebut masih disimpan rapi disamping sebelah utara mesjid, mesjid tersebut hingga saat ini masih difungsikan untuk shalat berjama’ah, kecuali hari jum’at warga melaksanakan shalat di mesjid yang baru saja selesai dibangun disamping itu. “Banyak warga Aceh maupun luar Aceh yang dtang ke mesjid ini untuk bernazar dan ingin menyaksikan secara langsung situs bersejarah di Aceh”.papar M.Yusuf.
Jarak rumah Tgk Chik Di Pasi dengan Mesjid berkisar antara 200 hingga 300 meter, namun setiap shalat jama’ah Tgk Chik selalu mengajak warga di sana untuk ke mesjid, sehingga mesjid yang dimaksud pelan-pelan semakin digemari oleh warga dan di situlah mereka berjamaah setiap waktu shalat.
Sejarah kenapa Mesjid itu dinamai dengan Mesjid Guci Rumpong, katanya pada zaman dahulu ada tiga guci hendah ke mesjid itu, namun karena saling berebutan kedua guci itu berkelahi masing-masing ingin cepat sampai, namun pada perkelahian itu antara satu guci dengan yang lain berantuk dan pecah di mulutnya, artinya kalau bahasa Aceh pecah dimulut namanya Rumpong dan akhirnya oleh warga di sana menamai Mesjid tersebut dengan Mesjid Guci Rumpong.
Bahkan nama Desa disana juga berdasarkan nama Mesjid tadi yaitu Gampong Guci Rumpong, sehingga warga hingga saat ini masih menyimpan guci dan tangga bambu di mesjid untuk sebagai sejarah, setiap hari Senin dan Kamis warga daerah lain dating ke sana untuk melepas nazarnya, ada yang melaksananakan shalat sunat dua raka’at dan ada juga yang minum air dalam guci tersebut dan ada bermacam-macam permintaannya saat melepaskan nazarnya di mesjid itu.
Bagi warga di sana berdirinya mesjid Tgk Chik Di Pasi merupakan anugerah dari Allah SWT, sehingga Gampong Guci Rumpong ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah, bahkan kata warga di sana ada yang dating dari Negeri Jiran Malaysia bebarapa bulan yang lalu, kok mereka bias tahu, ternyata warga Malaysia membaca di situs internet tentang mesjid bersejarah di Aceh.
Nama besar Tgk Chik Di Pasi pun dikenal hingga ke manca Negara kala itu, bahkan mesjid yang terbuat dari kayu kuno itu sangat indah bila dipandang, pasalnya kayu ukiran masih melekat didinding mesjid, saat dilihat dari dekat mesjid itu mengundang sejuta pesona, meski sudah uzur tapi masih indah dipandang mata.
Siapa saja yang melintas di jalan itu pasti mereka singgah di mesjid untuk mencuci muka atau berwudlu dan beristirahat, sebab selain indah di komplek mesjid itu juga ada balai untuk beristirahat dan jika angin berhembus sejuk sekali sebab mesjid itu berada dipinggir sawah mudah dijangkau warga yang berdomisili di kampong tersebut.
Apa lagi di bulan puasa hampir setiap hari jama’ahnya penuh pada siang maupun malam hari, Cuma untuk melaksanakan shalat tarawih terpaksa menggunakan mesjid disamping itu karena lebih luas dan bisa menampung jama’ah lebih banyak lagi.
Mesjid yang menyimpan sejuta sejarah itu kini kata orang sering digunakan untuk melepaskan nazar seseorang, artinya bukan tidak digunakan untuk shalat, akan tetapi setiap tamu yang dating ke situ semuanya ingin menukmati dingin dan ampuhnya air di dalam guci yang tersedia di samping mesjid itu. Selain dingin juga diyakini dapat menyembuhkan berabagai penyakit yang ada, namun diingatkan setiap tamu yang dating agar tidak musrik dan mengagung-agungkan mesjid itu.
Sebab amanah dari Tgk Chik Di Pasi semasa hidupnya, jangan sekali-kali menyembah selain Allah dan jangan meng agung-agungkan sesuatu yang dibuat oleh manusia, sebab kelak anak cucu akan mengikuti jejak orang tuanya sehingga menyembah selain dari pada Allah dan musrik.
Keberadaan mesjid bersejarah itu sangat dikagumi oleh semua orang yang melihatnya, setiap bulan puasa mesjid tersebut dipenuhi oleh jama’ah untuk melaksanakan shalat, kebesaran Tgk Chik Di Pasi saat mendirikan mesjid itu masih dikenang orang, alangkah tenang nya jiwa seseorang ketika berada dalam mesjid Guci Rumpong Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Atas Komentar Anda