![]() |
| Warga Aceh Di Luar Negeri |
Politik Di Aceh pada masa-masa awal perdamaian sempat dikaburkan dengan euforia damai Helsinki, alhamdulillah sudah kembali ke status awal, yaitu kebersamaan menuju Aceh yang berdaulat.
Memang kita akui bahwa rakyat Aceh sekarang masih terkotak-kotak. terlepas dari segala perbedaan yang ada, rakyat Aceh tidak akan pernah meninggalkan cita-cita dan perjuangan AM”. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Sekretaris Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF), Madinatul Fajar, melalui pesan email saat dimintai tanggapannya, Sabtu kemarin.
Di lain pihak katanya lagi, Politik MoU Helsinki yang sedang dijalankan oleh Indonesia melalui kaki-kaki tangannya di Aceh pun sudah basi dan tidak laku lagi. “Pernyataan-pernyataan dan tindakan-tindakan kontroversial para penguasa, yang di satu pihak berkepentingan untuk menjaga dan memupuk sokongan rakyat terhadap kepemimpinannya, dan di lain pihak juga berkepentingan untuk menyenangkan hati tuan-tuan mereka di Jakarta, justru membawa pencerahan dan penyegaran kepada saudara-saudara kami yang pernah tertipu dengan janji-janji Helsinki. Alhamdulillah mereka yang sudah sadar akan kekeliruan MoU ini sudah kita konsolidasikan untuk kembali bernaung di bawah payung ASNLF,” pungkasnya lagi di pesan emailnya.
Tak hanya itu, pasca perdamaian antara RI & GAM pihaknya menyayangkan bahwa GAM telah tergelincir kedalam jebakan otomi Indonesia. “Memang sangat disayangkan bahwa pada proses perdamaian di Helsinki, Finlandia, di tahun 2005 yang lalu, GAM telah tergelincir ke dalam jebakan otonomi Indonesia dan gagal menjalankan misi-misi organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya,” pungkasnya lagi dengan menutupi perbincangannya melalui pesan email.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Atas Komentar Anda