![]() |
| aparat kepolisian melakukan penyisiran di lembah seulawah |
Seorang Petani Disergap Pria Bersenjata Di Lembah Seulawah yang bernama M Dan (62) yang sehari-hari bekerja sebagai petani, warga Gampong Saree Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, lolos dari upaya penyanderaan seorang pria menggunakan senjata api yang memaksanya masuk ke dalam hutan belantara, Sabtu (25/10) siang.
Kapolres Aceh Besar AKBP Djadjuli SIK MSi yang memimpin pengejaran menjelaskan sejauh ini belum diketahui jenis senjata api apa yang digunakan pelaku saat menodong M Dan dan memaksa korban masuk ke hutan.
Menurut keterangan M Dan, ciri-ciri pelaku berpostur tinggi, kurus, berkulit putih, mata sipit, dan berambut cepak. Pelaku mendatangi dirinya sekitar pukul 11.00 WIB yang waktu itu sedang di ladang bersama istrinya, di kawasan hutan Kecamatan Lembah Seulawah. Pelaku menghampiri M Dan meminta ditunjukkan jalan ke arah laut.
Dengan suara lantang, pria bersenpi itu memaksa korban ikut sembari memperlihatkan sepucuk senjata api beserta sejumlah amunisi. “Menurut pengakuan korban, ada sepucuk senjata laras panjang milik kelompok tersebut yang jatuh ke dalam jurang,” kata Djadjuli yang dihubungi kemarin, Minggu (26/10) sore.
Di bawah todongan senjata api, akhirnya M Dan menuruti semua perintah pelaku sembari menaiki sepeda motor (sepmor) Honda Supra X 125 BL 6851 PAP miliknya. Dalam perjalanan pelaku memerintahkan korban menonaktifkan Handhone dengan mengancam korban bila tidak menuruti perintahnya akan ditembak.
Dalam perjalanan tersebut, M Dan dan pelaku sempat terlibat pembicaraan. Korban sempat menanyakan asal pelaku dan pria bersenpi itu mengaku dari Jawa Timur. Pelaku juga mengaku bukan anggota Polri, TNI atau Polisi Hutan (Polhut).
Masih menurut keterangan korban, pria bersenpi itu mengaku jumlah mereka ada enam orang, satu dari mereka menunggu di tepi laut dan empat lainnya masih tersesat di dalam hutan. Sekitar pukul 17.30 WIB, M Dan dan pria tersebut berhenti di pinggir sungai, karena jalan yang mereka lewati terhalang sebatang pohon, sehingga korban diminta untuk memindahkannya.
Kesempatan itupun dimanfaatkan oleh korban untuk kabur tanpa mempertimbangkan sepmor miliknya yang tertinggal di lokasi tersebut. “Korban lari ke arah hutan sejauh 3 kilometer hingga bertemu dengan warga yang sedang mengangkut batu. Pada saat petani itu kabur, pelaku sempat melepaskan tembakan sebanyak satu kali,” kata Djadjuli mengutip pengakuan korban.
Korban juga mengatakan, ditangan pelaku terlihat berdarah akibat terkena duri. Pelaku juga meneteng tas ransel, satu unit hp, satu unit Tab plus charger, sepucuk senpi, dua botol air mineral, dan rokok.
Korban melaporkan kejadian itu ke Pos Polisi Saree sekitar pukul 19.30 WIB. Laporan itu ditindak lanjuti oleh Kapolres Aceh Besar bersama anggotanya dibantu Brimob dan TNI melakukan penyisiran langsung ke TKP. Polres Aceh Besar juga sudah berkoordinasi dengan Polres Pidie karena wilayah penyisiran kami memasuki Pidie. “Dalam penyisiran kami menemukan sepeda motor milik korban telah dibakar oleh pelaku. Penyisiran masih berlanjut,” demikian Kapolres Aceh Besar, AKBP Djadjuli.
sumber : aceh.tribunnews.com
editor : abyb
sumber : aceh.tribunnews.com
editor : abyb

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Atas Komentar Anda