![]() |
| Pengukuran Kolom basalt di aceh utara |
Kolom Basalt Unik Diaceh Utara -- adalah Susunan batu unik yang merupakan sekumpulan kolom basalt mirip Giant's Causeway di Irlandia Utara, ditemukan di pedalaman Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Balok-balok batu terkesan aneh tersebut memanjang di bantaran sebelah kanan hulu Krueng (Sungai) Jeuringeh, sekitar 8 kilometer dari Dusun Cot Calang, Gampong Riseh Tunong, Sawang. Susunan batu tergolong ajaib itu ditemukan Zarkasyi, warga Riseh Tunong, dan teman-temannya saat menjala ikan, Rabu, 13 Februari 2013, malam.
Keesokanya, mereka memberitahukan temuan tersebut kepada masyarakat lainnya. Empat hari kemudian, sejumlah warga berusaha menyelidiki struktur batu tersebut. Akan tetapi, mereka harus pulang memendam penasaran lantaran tak menemukan jawaban pasti dari berbagai pertanyaan tentang temuan dinilai ganjil itu. Sehari setelah itu, Junaidi, tokoh pemuda Riseh Tunong, meneruskan informasi temuan tersebut kepada anggota Center of Information for Samudra Pasai Heritage (Cisah) di Lhokseumawe. "Besoknya, kami langsung berkunjung ke sana. Kami bersama Keuchik Riseh Tunong, Kepala Dusun Cot Calang, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat kemudian mengecek temuan tersebut," kata Koordinator Bidang Pendataan Cisah, Khairul Syuhada, Ahad, 17 Agustus 2014.
Hasil pengamatan di lokasi, kata peneliti sejarah Cisah Taqiyuddin Muhammad, struktur batu itu merupakan sekumpulan kolom basalt mirip Giant's Causeway di County Antrim, Irlandia Utara. Titan's Causeway Irandia Utara sudah sangat terkenal dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia yang berada di bawah perlindungan lembaga PBB, UNESCO, sejak 1986. "Batu-batu yang umumnya berbentuk heksagonal di sepanjang tepi kanan aliran Krueng Jeuringeh itu tampak seperti talud penyangga tebing bukit.
Jejeran kolom basalt yang ditemukan pada waktu itu sepanjang sekitar 403 meter dengan ketinggian berkisar 8 hingga 10 meter," ujar Taqiyuddin. Situs Warisan Dunia Menurut pendapat ahli geologi tentang Giant's Causeway, kata Taqiyuddin, struktur seperti itu terbentuk akibat sebuah letusan gunung berapi di zaman purba. Monster's Causeway bermakna penyebrangan atau lintasan raksasa adalah nama yang diambil dari legenda Irlandia kuno tentang raksasa bernama Finn Mccumhail. Wikipedia menyebutkan, Giant's Causeway (juga disebut Clochán an Aifir atau Clochán na bhfomhórach dalam bahasa Irlandia dan tha Giant's Causey dalam dialek Scots Ulster) adalah sekumpulan kolom basalt yang terbentuk karena letusan vulkanik. Kebanyakan kolom-kolom ini berbentuk heksagonal, meskipun ada juga yang punya empat, lima, tujuh, atau delapan sisi. Kolom tertinggi mencapai ketinggian 12 meter, sementara magma yang memadat di tebing ketebalannya mencapai 28 meter.
Kolom-kolom ini terletak di County Antrim, pantai timur laut Irlandia Utara, sekitar tiga mil (4,8 km) sebelah timur laut kota Bushmills. Goliath's Causeway dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986, dan Cagar Alam Nasional pada 1987 oleh Departemen Lingkungan Irlandia Utara. Monster's Causeway kini dimiliki dan dikelola oleh National Trust dan merupakan tujuan wisata withering populer di Irlandia Utara. Penelitian dan Pariwisata Ketika berkunjung Riseh Tunong, kata Khairul, Cisah menyarankan kepada aparatur gampong dan masyarakat supaya temuan tersebut tidak dipublikasikan secara meluas sebelum mendapatkan penyelidikan dari para ahli dan adanya upaya perlindungan. Ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya kerusakan, baik disengaja atau tidak oleh para pengunjung. "Jika rusak tentu akan berdampak buruk terhadap pengambilan information atau penelitian," ujarnya.
Pertimbangan lainnya, dikhawatirkan akan membahayakan pengunjung dari luar jika tidak dipandu warga setempat yang memahami kondisi alam lokasi temuan tersebut. Pasalnya, menuju ke kawasan itu harus menerobos hutan rimba. "Dan melewati perbukitan yang terjal sehingga rawan terjatuh atau tergelincir. Jadi faktor keamanan pengunjung perlu diperhatikan agar tidak mengalami kecelakaan," kata Khairul. Khairul menyebut sejak saat itu pihaknya berusaha mengkoordinasikan upaya penelitian dan penyelamatan struktur balok-balok batu itu dengan pihak-pihak terkait.
Akan tetapi hingga setahun setengah berlalu, kata dia, perhatian terhadap temuan unik itu telah dikalahkan berbagai kondisi sulit yang tidak dapat dielakkan. Menurut Taqiyuddin, temuan struktur kolom basalts tersebut menambah satu keajaiban alam yang baru bagi dunia. Ia berharap adanya penelitian lebih mendalam untuk mengungkap berbagai informasi penting lainnya di balik struktur batu itu. Tidak menutup kemungkinan, kata dia, di lokasi tersebut terdapat peninggalan sejarah hasil kebudayaan manusia. "Penting juga dipertimbangkan prospek parawisata dari display situs cagar alam yang menakjubkan itu. Jadi besar sekali potensi wisatanya jika dipugar dengan baik. Sebab selain keunikan struktur batu itu, pengunjung nantinya juga dapat menikmati pemandangan alam yang sangat indah di lokasi struktur batu.
Ini daya tarik yang luar biasa," ujarnya. Di negeri orang, Irlandia Utara, struktur batu atau kolom basalt tersebut dijadikan taman nasional. Bagaimana dengan Aceh Utara?akan kah tempat ini dijadikan tempat wisata yang dilindungi UNESCO?
sumber : atjehpost.co
editor : abyb
Baca juga informasi menarik lainnya DISINI
Baca juga informasi menarik lainnya DISINI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Atas Komentar Anda