Asal Usul Ikan Mujair

Asal Usul Ikan Mujair
Ikan Mujair

Tahukah anda dari mana asal usul Ikan mujair? atau biasa disebut ungkot mujaer dalam bahasa aceh sangat sering kita jumpai baik di rawa-rawa atau di empang, bagi masyarakat aceh ikan mujair sudah tak asing lagi Hampir semua orang mengenal ikan mujair, namun tahukah anda? kenapa ikan ini ada di Indonesia dan bagaimana asal usul ikan yang dinamai dengan nama "mujair"? 


nahh mari kita simak baik-baik dari mana asal usul ikan mujair tersebut... 

Nama ilmiah dari ikan mujair tersebut adalah Oreochromis mossambicus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mozambique tilapia, atau terkadang secara tidak tepat disebut "Java tilapia". Ikan mujair termasuk jenis ikan air tawar. Penyebaran alami ikan ini berada di perairan Afrika dan Indonesia. 

Ikan mujair mempunyai tubuh ber ukuran sedang, dengan panjang maksimum yang dapat mencapai 40 cm. Bentuk badannya pipih berwarna hitam, keabu-abuan, kecokelatan atau kuning. Sirip punggungnya memiliki 15-17 duri tajam dan 10-13 duri berujung lunak serta bersirip dubur dengan 3 duri dan 9-12 jari-jari. 

Dalam waktu beberapa bulan saja, populasi ikan mujair ini dapat meningkat tajam. Apalagi mujair cukup mudah beradaptasi dengan aneka lingkungan perairan dan kondisi ketersediaan makanan. 

Ikan mujair pertama kali ditemukan oleh Mbah Moedjair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur, pada 1939. Ikan ini ditemukan Mbah Moedjair sewaktu menjalani laku tirakat. 

Mbah Moedjair (penemu ikan mujair)
Mbah Moedjair (penemu ikan mujair)


Setiap tanggal 1 Suro penanggalan Jawa, Mbah Moedjair selalu mandi di pantai Serang, Blitar selatan. Pada suatu saat ketika melakukan custom mandi ini, Mbah Moedjair menemukan ikan yang jumlahnya sangat banyak dan mempunyai keunikan, yaitu menyimpan anak di dalam mulutnya ketika ada bahaya dan dikeluarkan ketika keadaan sudah aman. 

Melihat keunikan tingkah laku ikan ini, Mbah Moedjair menagkap dan merawat ikan ini di rumahnya, di daerah Papungan, Kanigoro, Blitar. Untuk menangkap ikan ini, Mbah Moedjair menjaring dengan menggunakan ikat kepala yang biasa di pakai nya. 

Bersama dengan dua temannya, Abdullah Iskak dan Umar, Mbah Moedjair membawa ikan ini pulang ke Desa Papungan. hendak membudidayakan ikan ini tetapi gagal karena environment yang berbeda, dan ikan ini play on words mati waktu dimasukkan ke air tawar di halaman rumah Mbah Moedjair. Namun, Mbah Moedjair tak putus asa, sebaliknya ia semakin gigih melakukan percobaan agar spesies ikan mujair ini dapat hidup di air tawar yang sangat berbeda dari aslinya yaitu air laut. 

Kegagalan yang dialami Mbah Moedjair tidak mumbuatnya lekas menyerah. Ia kembali mengambil spesies ikan mujwir dengan gentong yang terbuat dari tanah liat. Ia juga melakukan percobaan dengan mencampurkan air laut yang asin dengan air tawar, terus menerus dengan tingkat konsentrasi air tawar semakin lama semakin lebih banyak dari air laut hingga kemudian kedua jenis air yang berbeda ini bisa menyatu. Percobaan ini ia lakukan sampai menemui keberhasilan pada percobaan kesebelas kalinya. Dan, pada 25 Maret 1936 hiduplah empat ikan jenis baru ini dengan environment air tawar. Segala jerih payah, kesulitan, dan rintangan yang Mbah Moedjair alami terbayar lunas dengan hidupnya empat ikan spesies baru ini. Mbah Moedjair kemudian menangkar empat ikan ini di sebuah kolam di daerah sumber air Tenggong, Desa Papungan. 

Dari semula hanya membudidaya satu kolam saja kemudian bertambah menjadi tiga kolam. Di sekitar kolam ini, Mbah Moedjair membangun pula pondok yang sekaligus berfungsi sebagai tempat tinggal bagi keluargannya. budidaya spesies ikan mujair ini begitu cepat. Jumlah ikan milik Mbah Moedjair semakin lama semakin bertambah banyak. 

Penghargaan atas kegigihan Mbah Moedjair juga diberikan oleh Kementerian Pertanian atas nama pemerintah Republik Indonesia pada 17 Agustus 1951, saat itu dijabat Ir. Soeharto. Pada 6 April 1965, pemerintah Indonesia melalui Departemen Perikanan Dan Kelautan juga menganugerahkan piagam Nelayan Pelopor kepada Mbah Moedjair. Piagam ini ditandatangani oleh Menteri Perikanan Hamzah Atmohandojo pada waktu itu. 

itulah sekilas tentang asal usul ikan mujair yang kita kenal.
Asal Usul Ikan Mujair Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Zone Aceh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Atas Komentar Anda