![]() |
| Serangan Tank Israel Ke Gaza |
GAZA - Serangan Israel ke Gaza yang telah berlangsung selama 25 hari sejak 8 Juli 2014 lalu telah syahidkan 1.669 warga Gaza dan lebih dari 7.000 lainnya terluka. Para korbab, sebagian besar warga sipil, termasuk anak-anak dan wanita.
Zionis Israel pada Sabtu (2/8) mulai memberi isyarat akan meredakan ketegangan secara sepihak, walau menolak gencatan senjata. Pemerintah Israel sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri pertempuran secara sepihak, kata seorang anggota kabinet keamanan Israel yang tak ingin disebutkan jatidirinya kepada jejaring berita Ynet.
"Kami bukan berbicara mengenai kesepakatan lagi, tapi mengenai pembentukan penangkal yang akan mengakhiri perang dengan cara 'sama-sama demi ketenangan'." Pada Sabtu pagi, satu delegasi anggota senior Palestina bergerak menuju Mesir untuk pembicaraan mengenai gencatan senjata jangka panjang guna mengakhiri perang Israel-Palestina di Jalur Gaza.
Azzam El-Ahmad, seorang pemimpin senior di dalam Faksi Fatah, pimpin Presiden Mahmmoud Abbas, memberitahu bahwa delegasi yang dipimpinnya itu juga meliputi wakil Hamas dan gerakan Jihad Islam.
Tapi saling menukar tembakan terus berlanjut, kemarin, salah satunya sistim Iron Dome Israel menembak jatuh roket Hamas yang ditujukan ke Tel Aviv dan Beersheba. Sedangkan tentara Israel membombardi kawasan Gaza dengan tembakan artileri dari tank yang ditempatkan di perbatasan Gaza, sehingga sejumlah korban berjatuhan.
Gencatan senjata antara Israel dan faksi Hamas di Jalur Gaza yang seharusnya berlaku tiga hari, mulai Jumat (1/8) telah gagal seusai dua tentara Israel tewas dan satu lainnya hilang diculik kelompok militan. Israel menuduh Hamas menculik Letnan Dua Hadar Goldin dan AS menyalahkan kelompok barbar melakukan pelanggaran gencatan senjata yakni Hamas.
Namun, Hamas mengatakan orang-orang bersenjata yang telah menyerang sebelum gencatan senjata dimulai dan membantah menculik Goldin.
Tetapi, 10 warga Palestina kembali terbunuh di Rafah, selatan Jalur Gaza, Sabtu dinihari, sehingga 101 warga Gaza tewas sejak tentara Israel hilang di zone ini sehari sebelumnya.
Sedangkan Israel yang didukung AS telah mengatakan bahwa dengan atau tanpa gencatan senjata, pasukannya akan mengejar misi utama menghancurkan terowongan milik Hamas.
Dikatakan, lebih dari 30 terowongan telah dihancurkan, termasuk puluhan jalan akses ke Mesir atau juga Israel. "Pemahaman kami, yang withering penting penghancuran terowongan sampai tuntas," kata juru bicara militer, Letnan Kolonel Peter Lerner. Israel mengatakan bahwa pengungsi dari Beit Lahiya, sebuah kota di utara dengan populasi 70.000, bisa kembali ke rumah.
"Tidak ada yang mengatakan kepada kita untuk kembali," kata Talab Manna (30), seorang ayah yang ikut mengungsi di sekolah PBB. "Kita tidak bisa mengambil risiko akan kembali dan dibom oleh pasukan Israel," katanya. Sementara, warga Rafah mengatakan telah menerima peringatan telepon dari Israel untuk tetap tinggal di dalam rumah selama serangan.
Tetapi, pejabat medis menghitung setidaknya selusin rumah hancur, dengan keluarga yang tinggal di sana kehilangan antara dua dan delapan anggota keluarga tewas. "Rasanya seperti film laga, ledakan di mana-mana, mobil terbang terbakar, orang hancur di bawah rumah yang dibom," kata Bassim Abed.
"Ini adalah keajaiban aku lolos daerah. Ini keajaiban lain saya tidak mati ketakutan," tambahnya. Ashraf Goma, anggota parlemen Palestina dari kelompok Fatah pimpinan Abbas mengatakan 50.000 orang di desa-desa sebelah timur kota telah mengungsi dan menuduh Israel melakukan kejahatan perang.
Di antara sasaran serangan udara Israel pada Sabtu, sebuah bangunan di kampus Universitas Islam di Kota Gaza. Pihak militer mengatakan bangunan itu telah digunakan oleh Hamas untuk penelitian dan pengembangan senjata
sumber : serambinews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Atas Komentar Anda