Bulan suci Ramadhan diwajibkan kepada umat Islam berpuasa selama sebulan penuh akan menjalankan salah satu kewajibannya. Tentunya bukan hanya persiapan mental saja yang menjadi fokus, daya tahan tubuh juga perlu dilakukan persiapan sejak dini agar bisa tetap sehat ketika berpuasa. Sebab jika tubuh sakit, seseorang akan sulit menjalankan ibadah dengan maksimal.
Nahhh apa saja sih persiapan fisik yang harus dipersiapkan untuk menjalankan ibadah puasa?
berikut adalah tips menjaga stamina saat berpuasa di bulan ramadhan...
Ketika seseorang berpuasa, tubuh harus dalam keadaan sehat, baik fisik maupun mental. Jika salah satunya sakit, seseorang sulit berpuasa dengan maksimal. Bukan hanya itu, ada juga situasi tertentu yang bisa menyulitkan diri sendiri maupun orang lain untuk berpuasa. Salah satu contohnya, wanita yang hamil harus mengukur kemampuannya untuk berpuasa, karena bayi yang dikandung membutuhkan nutrisi. Pada ibu menyusui juga demikian. meski ia kuat, berpuasa bisa mengurangi produksi ASI (air susu ibu). Karena itu bisa menyebabkan bayi kelaparan.
Kemudian untuk penderita penyakit tertentu, seperti penyakit degeneratif dan infeksi, ada baiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter jika ingin berpuasa. Jangan sampai karena berpuasa, penyakitnya menjadi lebih parah. Apalagi jika penderita sedang mengonsumsi obat yang harus diminum setiap hari. Kalau ada jam khusus yang diatur pada waktu-waktu berpuasa, tentu akan sulit berpuasa. Kecuali dapat diminum kapan saja. Frekuensinya juga bisa diatur di jam buka dan sahur.
Sementara itu, bagi yang sehat, bukan berarti tidak memerlukan persiapan. Persiapannya bagaimana menjaga kesehatan dan tetap sehat saat berpuasa. Dalam hal ini, untuk mempersiapkan puasa yang sehat, hal terpenting dari awal adalah menjaga stamina tubuh, mengonsumsi menu yang sehat sesuai pedoman gizi seimbang dan menghindari segala hal yang bisa memicu tubuh menjadi sakit. Dan jangan lupa tetap berolahraga yang bisa dilakukan setelah sshalat tarawih malam hari.
Cara lainnya adalah dengan melatih diri berpuasa mulai sekarang, seperti melakukan puasa Senin-Kamis. Yang harus diperhatikan adalah mengatur menu saat sahur dan berbuka, karena di saat itulah tubuh akan mendapatkan asupan untuk mencukupi kebutuhan kalorinya. Walau terjadi perubahan jadwal makan, bukan berarti kebutuhan kalori juga harus berubah.
Pada umumnya, kebutuhan kalori wanita dewasa per hari sekitar 1.900 dan pria 2.100 kalori. Dalam hal ini tetap mengacu pola gizi seimbang, ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Makanya, pertama harus mau makan. Baik saat buka dan khususnya ketika sahur. Banyak orang yang nafsu makannya berkurang di saat sahur karena dorongan rasa kantuk.
Mengganti menu makan sahur dengan vitamin dalam hal ini tidak dianjurkan. Pasalnya, vitamin tidak akan bisa mengganti semua kebutuhan makanan yang diperlukan. Pilihan paling baik adalah mengatur menu makanan seimbang. Karbohidrat, misalnya, bisa diperoleh dari makanan-makanan seperti nasi, kentang, jagung, atau makanan-makanan pokok lainnya; protein dari daging, susu, ikan, tahu, tempe; serta sumber vitamin dan mineral dari sayuran dan buah-buahan.
Kadarnya sendiri untuk makan sahur yang dianjurkan adalah sekitar sepertiga dari kebutuhan kalori per hari dan tidak terlalu kenyang. Saat sahur, usahakan pula untuk tidak makan terlalu cepat agar energi yang dihasilkan masih bisa bertahan hingga tengah hari.
Bagaimana saat berbuka?
Sebaiknya segera isi perut dengan makanan-makanan ringan berkadar gula cukup tinggi agar lebih mudah diubah menjadi energi. Dalam hal ini, makanan seperti kurma atau buah-buahan segar lainnya bisa menjadi pilihan.
Dengan langkah diatas, puasa pun akan dapat kita jalankan dengan khusyuk tanpa gangguan. Dan aktifitas pun berjalan seperti sedia kala.
Selamat Berpuasaaaa...!!!
Baca juga informasi lainnya DISINI
Baca juga informasi lainnya DISINI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Atas Komentar Anda