![]() |
| Prosesi keagamaan umat hindu di banda aceh |
KONDISI Aceh yang sering dicitrakan oleh sejumlah pihak identik dengan kekerasan dan tidak toleran terhadap pemeluk agama lain, sebab adanya pelaksanaan Syari’at Islam, ternyata jauh berbeda dengan realita di lapangan. Ini terbukti dengan lancarnya perayaan ritual Pangguni Uthiram yang dilakukan oleh Umat Hindu Tamil di Banda Aceh.
Pada Minggu (20/4/2014), Warga Banda Aceh pemeluk agama Hindu merayakan ritual keagamaan yang dinamakan dengan Maha Puja Pangguni Uthiram Thiruvila di Kuil Palani Andawa, Kampung Keudah, Kecamatan Kutaraja. Prosesi keagamaan itu menyedot perhatian warga Banda Aceh.
Ritual Pangguni Uthiram ini digelar sebagai bentuk perayaan keagamaan. Pada saat itu, umat Hindu memanjatkan puja-puji kepada Dewa Murugan sebagai wujud terimakasih. Pada ritual itu, warga juga melepaskan nazar dan mendoakan agar umat manusia –terutama di Aceh, bisa hidup dalam keadaan damai dan sejahtera.
Upacara Maha Puja Pangguni Uthiram itu dihadiri puluhan warga Banda Aceh keturunan Tamil, India. Mereka mendatangi Kuil Palani sejak pagi. Sebelumnya, pada Sabtu malam, umat Hindu juga menggelar ritual di kuil tersebut.
Pandita Shiwa Shri Jayabarkhy Gurukel menyebutkan, ritual Pangguni Uthira Thirivila ini dilakukan pada bulan Pangguni, penanggalan Hindu Tamil, atau sekitar April.
Umat Hindu berkeliling kota dengan berjalan kaki tanpa alas, mulai dari Jalan Cut Meutia-Teratai-Merduati dan berakhir di Kuil Palani Andawa di Keudah (jalan menuju Kampung Jawa).
Pandita Gurukel menyebutkan, selama prosesi itu umat Hindu meminta agar masyarakat Aceh berada dalam kemakmuran dan jauh dari marabahaya. “Agar semua masyarakat bisa hidup bahagia bersama dengan multietnis yang kita miliki,” ujarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Atas Komentar Anda