Sosok jokowi di balik ketenarannya

Sosok jokowi di balik ketenarannya
jokowi dan megawati

Banyak orang tidak tahu siapakah sosok Jokowi sesungguhnya. Dalam waktu relatif singkat nama Jokowi melambung mengalahkan tokoh tokoh nasional lainya yang sudah lama berkiprah didunia politik terutama tokoh tokoh dari partai besar lainya, bahkan nama Jokowi mengalahkan anak kandung Megawati Puan Maharani.

Tokoh tokoh parpol lain tergilas oleh kepopuleran Jokowi, tidak mungkin Jokowi dan PDIP berdiri sendiri dalam operasi politiknya tanpa ada pihak lain yang memiliki kekuatan dan pendanaan. Keinginan pihak lain untuk memanfaatkan PDIP sebagai sarang dan mesin pengguliran agenda agenda pihak luar sebenarnya bukan hal yang baru. Semenjak PDIP berkuasa menjadi presiden pihak asing sudah memanfaatkanya. Selain PDIP memiliki basis dan manajemen kelembagaan partai yang terbuka dan memiliki banyak celah dimasuki pihak lain, PDIP juga nyaman bagi pihal luar untuk dijadikan kendaraan untuk mewujudkan misinya.

Partai partai lain sangat sulit untuk ditembus mereka terutama partai Islam. Partai Islam akan dikerdilkan secara perlahan lahan dan kemudian menuju pada peluruhan dari panggung politik dengan cara mempengaruhi secara internal (memasukkan orang orang untuk dipengurus partai atau caleg) dan eksternal (membangun opini negatif terhadap partai).

Mengapa pihak asing begitu sangat brekemptingan dengan PDIP melalui Jokowi?mengapa tidak melalui tokoh tokoh lain atau partai lainya?inilah yang menjadipertanyaan menarik untuk diungkap dan dikaji.

Asing, Jokowi dan Sosoknya

Aksi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo selama ini disetir dan dipengaruhi agen asing, yakni kelompok Freemasonry dan Zionis. Bahkan istri Jokowi, Iriana, adalah petinggi Rotary Club (RC), yang berafiliasi dengan kelompok Yahudi.

Sinyalemen itu disampaikan pengamat intelijen Laksamana Pertama (Purn) Mulyo Wibisono.“Rotary Club dan Lions Club itu kegiatan subversif. Kelompok ini berusaha mengatur dunia. Itu organisasi yang secara terselubung dikendalikan gerakan internasional, Freemasonry. Itu dikendalikan Amerika Serikat dan Yahudi. Club itu alat asing, maka mereka itu agen asing termasuk istri Jokowi.

Mantan Komandan Satgas Intel Badan Intelijen Strategis itu juga mengkritisi gaya pencitraan Jokowi. “Jokowi tak usah banyak ngomong dan tampil di media. Apalagi kalau bicara seratus hari, satu periode saja Jokowi belum bisa memperbaiki Jakarta. Jangan pencitraan terus, nanti dituding omong kosong dan penipu. Jokowi baru tingkat pencitraan saja. Apakah masuk gorong-gorong bisa menyelesaikan banjir Jakarta”.

Wibisono juga menyoal ide Jokowi soal pembangunan deep tunnel di Jakarta. “Itu membutuhkan dana yang besar sekali. Deep tunnel butuh biaya besar. Untuk ngebor saja, anggaran Jakarta bisa habis. Untuk itu harus ada program yang berkesinambungan..

Menurut Wibisono, pencitraan Jokowi telah diblow up media massa pro asing, sehingga terkesan Jokowi berhasil. “Jokowi itu seperti anak sekolah dasar yang ngomong sekolah menengah atas. Itulah yang diucapkan Jokowi. Jokowi baru berhasil ngurusi Solo. Ini bukan persoalan politik, tetapi pertaruhan pembangunan. Jadi menyelesaikan Jakarta tidak bisa dengan hanya ngomong dan pencitraan,”.

Terkait dengan penyelesaian berbagai masalah di Jakarta, kata Wibisono, Jokowi tidak bisa sendiri, tetapi harus diselesaikan oleh pemerintah pusat. “Banjir Jakarta tidak bisa diselesaikan oleh Pemprov DKI saja. Bisa diselesaikan nasional. Kalau ada yang mengatakan bisa mengatasi Jakarta, tanpa pemerintah pusat itu omong kosong,”.

Soal kedekatan Jokowi dan istri dengan kelompok Freemansonry dan Zionis itu memang sudah diungkap oleh banyak media massa. Harian Joglosemar, pada Kamis (23/02/12) menurunkan tulisan terkait pelantikan istri Walikota Surakarta Iriana Joko Widodo sebagai anggota kehormatan Rotary Club Solo Kartini. Pelantikan itu bertepatan dengan ulang tahun ke-107 Rotary Internasional.

Saat menjabat sebagai Walikota Solo, Jokowi pada 15 Juli 2011, bersama sejumlah anggota Rotary Club Solo Kartini meninjau proyek porselenisasi di Krajan, Kadipiro, Solo. Berita itu dirilis media lokal, Sragen Pos.

Benarkah Rotary Club bagian dari gerakan Freemansonry dan Zionisme? Peneliti Zionisme, Ridwan Saidi dalam buku bertajuk ‘Jaringan Yahudi di Nusantara’ menyebut Rotary Club Internasional sebagai perabot Zionis. Menurut Ridwan Saidi, sebagai organisasi elit yang menjalankan misi kemanusiaan, Rotary Club sepenuhnya dikendalikan oleh Freemasonry dan Zionisme.

Apa yang diinginkan dari Indonesia

Jadi munculnya Jokowi bukan fenomena yang tiba tiba, namun Jokowi merupakan bagian dari keinginan kepenpetingan asing. Tidak hanya tujuan tujuan politik yang mereka inginkan terhadap Indonesia melalui PDIP dan Jokowi, namun ada keinginan terselubung lainya yang tidak pernah diungkap, yaitu kepentingan ekonomi dan idiologi.

Semua tujuan itu akan tercapai jika kekuasaan mereka perebutkan dulu. Setelah itu mereka membuat kebijakkan kebijakkan yang tidak pro rakyat, namun lebih pro ke kepentingan asing. Makanya PDIP SEBAGAI PARTAI WONG CILIK HANYA SELOGAN SAJA atau mengelabui rakyat.

Gejala kepentingan idiologi terlihat dari kasus DKI Jakarta melalui Ahok, misalnya adanya potensi pelarangan adzan menggunakan mic, takbiran keliling dilarang,kebijakkan jilbab polwan yang terbendung, pencopotan beberapa kepala sekolah yang muslim dan seterusnya. Sementara saat yang sama Ahok melegalkan prostitusi, dugem dan pergaulan bebas yang syarat minum minuman keras.

Gejala gejala di atas sangat jelas dan tanpa aling aling. Oleh sebab itu pemilu 2014 kali ini melalui PDIP kepentingan mereka dicurahkan dengan penggelontoran dana tanpa batas dari pihakpihak tertentu. Bahkan demi target besar itu mereka juga berani melakukan kecurangan kecurangan.

BAYANGKAN! PARTAI PARTAI BESAR SEPERTI GOLKAR DAN DEMOKRAT SAJA TUMBANG SUARANYA MELAWAN PDIP, PADAHAL GOLKAR DAN DEMOKRAT KENYATAAN POLITIKNYA LEBIH POSITIF DIBANDINGKAN PDIP.

Masa lalu PDIP yang dikenal partai tradisional arogan tidak bisa dilupakan dari benar rakyat Indonesia begitu saja. Bentrok dan kerusuhan PDI Suryadi dan PDI Megawati saat itu memberikan sejarah pada kita, bahwa PDIP sangat radikal dan tidak moralis dalam berpolitik.

Keteganggan Megawati dan SBY selama 2 periode juga menjadi bukti kongkrit sejarah perpolitikkan Indonesia.

JADI! SEMAKIN YAKINLAH KITA BAHWA SOSOK JOKOWI DAN PDIP TIDAK SEPERTI YANG KITA BAYANGKAN.
Sosok jokowi di balik ketenarannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Zone Aceh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Atas Komentar Anda